Rumusan Masalah:
1. Apa itu routing?
2. Dimana routing dilakukan?
3. Kapan routing dilakukan?
4. Siapa yang melakukan routing?
5. Kenapa melakukan routing?
6. Bagaimana melakukan routing?
Menjabarkan rumusan masalah diatas dengan metode 5W 1H dengan bahasan tentang:
1. Routing Information Protocol (RIP)
2. Interior Gateway Routing Protocol
3. Enhanced Interior Gateway Routing Protocol
4. Open Shortest Path First
5. Border Gateway Protocol
Pengertian Routing protokol
Routing protokol adalah berbeda dengan router protokol. Routing protokol adalah komunikasi antara router. Routing protokol mengijinkan router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki tabel routingnya. Ada beberapa dynamic routing untuk IP.
Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routing didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan oleh Routing Dynamic.
Static Routing
Static routing merupakan
rute yang secara manual dimasukan oleh sang Administrator kedalam konfigurasi
devices untuk mendefinisikan lewat interface mana sebuah paket dengan suatu
tujuan akan dilewatkan. Berikut ini merupakan poin – poin yang didefenisikan dalam
static routing :
- Network tujuan
- Subnet Mask
- Gateway atau interface yang di
tunjuk untuk melewati packet tersebut
-Metric (digunakan untuk
membandingkan tingkat kredibilitas suatu path bila terdapat lebih dari 1 rute
untuk suatu destination yang sama) Pada router cisco, static routing dapat
didefinisikan dengan perintah :
ip route
<network_tujuan><subnet_mask><gateway> name <deskripsi>
Static routing merupakan
bentuk yang simple dari routing, tapi diperlukan proses manual dalam mendefine
static routing tersebut ke perangkat jaringan. Static routing digunakan pada
network yang hanya mempunya sedikit perangkat dan sifat rute nya tetap (sangat
jarang untuk berubah) static routing juga tidak dapat menangani perpindahan
rute secara otomati bila ruteyang didefinisikan sebelumnya mengalami kegagalan
jaringan (link failure).
Perpindahan rute ini
tidak bisa otomatis dikarenakan sang administrator harus mengkonfigur lagi
secara manual untuk mengupdate konfigurasi dengan rute yang baru. keuntungan
dari static Routing adalah dari segi konsumsi memory, static routing
mengkonsumsi sangat kecil dari memory router.
Jadi kesimpulannya routing static
tidak cocok untuk network yang perangkatnya
cukup lumayan banyak dan diinginkan
perubahan rute dapat dilakukan otomatis oleh
perangkat jaringan bila terjadi
link failure.
· Dynamic Routing
Merupakan Routing yang
bekerja secara dinamis dan otomatis oleh suatu software Routing yang berjalan
pada suatu perangkat(umum nya Router). kenapa dinamis, karena dengan dynamic
routing protocol yang berjalan, router akan dapat menentukan secara otomatis
lewat mana suatu paket dengan sebuah tujuan akan dikirimkan. dan apabila
terjadi kegagalan jaringan pada suatu link, router secara otomatis akan
memindahkan traffic melewati link yang tidak mengalami gangguan (backup link)
dan akan secara otomatis menginformasikan ke router-router lain nya dalam satu
domain bahwa telah terjadi perubahan routing dan router yang terkait perubahan
routing tersebut akan otomatis melakukan update routing.
Routing tersebut dapat
berjalan otomatis dikarenakan router-router yang menjalankan dynamic routing
protocol tersebut saling mempelajari rute dan semua perangkat yang terkonek
langsung (directly connected). Selanjutnya router akan mempelajari route-route
yang ada di Router Tetangganya (Neighbor Router) yang dimana menjalanan routing
protocol yang sama. singkatnya, informasi yang di kumpulkan dan dipelajari dari
routerrouter tetangganya ini akan membentuk routing-table dimana akan
menunjukan rute terbaik “best-route” untuk mencapai suatu network.
Lalu Dynamic routing protocol ini
akan mengirimkan informasi mengenai ‘best-route” ke router yang menjadi
tetangganya, dan router tetangga tersebut akan menginformasikan kembali ke
tetangga lainnya sampaisemua router dalam domain yang sama saling mengetahui
rute-rute untuk mencapai dari suatu network ke network lainnya. Pada Dynamic
Routing router-routerdalam sebuah domain yang sama dapat beradaptasi bila
terjadi perubahan topology, perangkat problem ataupun terjadinya link failure
dengan merubah rute dan melakukan
routing update secara otomatis. jadi router-router akan merespon secara
otomatis untuk merutekan paket dari suatu network ke network yang lainnya dan
akan beradaptasi bila terjadi link failure, semua itu dapa tercapai bila
kondisi “tau-sama-tau” telah tercapai pada seluruh router yang ada dalam domain
yang sama. kondisi “tau-sama-tau” ini lebih dikenal dengan istilah convergence.
Contoh dari Dynamic routing protocol : RIP , OSPF, EIGRP, ISIS, BGP
RIP
Versi 1
RIP (Routing Information Protocol) merupakan routing information protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, route default.
Karakteristik RIP versi 1
1. Distance Vector Routing Protocol
2. Menggunakan metric yaitu hop count
3. Maximum hop count adalah 15. 16 dianggap sebagai unreachable
4. Mengirimkan update secara periodic setiap 30 sec
5. Mengirimkan update secara broadcast ke 255.255.255.255
6. Mendukung 4 path Load Balancing secara default maximumnya adalah 6
7. Menjalankan auto summary secara default
8. Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengannomor port 520
9. Bisa mengirimkan paket update RIP v.1 dan bisa menerima paket update RIP v.1 dan v.2
10. Berjenis classful routing protocol sehingga tidak menyertakan subject mask
dalam paket update.Akibatnya RIP v.1 tidak mendukung VLSM dan CIDR.
11. Mempunyai AD 120
Kelebihan :
· Menggunakan metode Triggered Update.
· RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
· Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harusmen girimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggere dupdate).
· Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
Kekurangan :
· Jumlah host Terbatas.
· RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
· RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
· Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
· Hanya mendukung routing classful.
· Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing.
· Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask).
· Perbaikan routing broadcast.
Versi 2
Secara umum RIPv2 tidak jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada informasi yang ditukarkan antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat autenfikasi pada RIPv2ini.
Persamaan dengan RIP v.1 :
1.Distance Vector Routing Protocol.
2.Metric berupa hop count
3.Max hop count adalah 15
4.Menggunakan port 520
5.Menjalankan auto summary secara default
Perbedaan dengan RIP v.1 :
1. Bersifat classless routing protocol, artinya menyertakan field SM dalam paket update yang dikirimkan sehingga RIP v.2 mendukung VLSM & CIDR.
2. Mengirimkan paket update & menerima paket update versi 2.
3. Mengirimkan update ke alamat multicast yaitu 224.0.0.9.
4. Auto Summary dapat dimatikan.
5. Mendukung fungsi keamanan berupa authentication yang dapat mencegah routing update dikirim atau diterima dari sumber yang tidak dipercaya.
Kelebihan RIP versi 2 :
· mendukung routing classfull dan routing classless
· info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
· mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
· perbaikan routing multicast
· IGRP
The Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalahsebuah routing protocol berpemilik yang dikembangkan pada pertengahan tahun1980-an oleh Cisco Systems, Inc Cisco tujuan utama dalam menciptakan IGRP adalah untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing dalam sistem otonomi (AS). IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi defaultnya adalah100. IGRP menggunakan bandwidth dan garis menunda secara default untuk menentukan rute terbaik dalam sebuah internetwork (Composite Metrik).
Pada IGRP ini routing dlakukan secara matematik berdasarkan jarak. Untuk itu pada IGRP ini sudah mempertimbangkan hal berikut sebelummengambil keputusan jalur mana yang akan ditempuh. Adapun hal yang harus diperhatikan : load, delay,bandwitdh, realibility.
Kekurangan dan kelebihan IGRP:
· IGRP tidak meningkatkan fitur konvergensi dan efesien pengopersaian sinyal
· IGRP dan EIGRP saling kompatibel memberikan interoperability tanpa batas dengan router IGRP
· IGRP tidak mendukung multiprotocol
· IGRP mempunyai hop count sampai 255
· IGRP menggunakan metrik yang panjangnya 32 bit, yang memberi factor skala256([10000000/BW]*2560
· EIGRP
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol).Distance vector protocol merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak tempuh ke jaringan lainnya. EIGRP menggabungkan juga konsep link state protocol. Broadcast-broadcast di-update setiap 90 detik ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan jaringan. EIGRP sangat cocok untuk jaringan besar.
Pada EIGRP ini terdapat dua tipe routing protokol yaitu dengan distance vektor dan dengan Link state. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah mempertimbangkan masalah bandwitdh yang ada dan delay yang terjadi.
Karakteristik:
Penerus dari IGRP, CISCO proprietary.
· Memanfaatkan triggered update, partial, dan boundedupdate.
· Partial artinya routing update yang dikirimkan tidak keseluruhan, namun hanya route2 yang berubah.
· Bounded artinya hanya akan dikirimkan kepada router2 yang membutuhkan -> alamat multicast (224.0.0.10).
· Memanfaatkan algoritma DUAL (Diffused Update Algorithm) untuk mencari successor (best path), dan feasible successor (backup path).
Kelebihan:
· Melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
· Memerlukan lebih sedikit memori dan proses.
· Memerlukan fitur loopavoidance.
· EIGRP mendukung multiprotocol.
· EIGRP meningkatkan fitur konvergensi dan efesien pengopersaian sinyal.
· IGRP dan EIGRP saling kompatibel memberikan interoperability tanpa batas dengan ruter IGRP.
Kekurangan:
· Hanya untuk Router Cisco.
· EIGRP mempunyai maximum hop count terbatas sampai 224.
· BGP
BGP (Border Gateway Protocol) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP,dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS,maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP)
Kelebihan :
· Sangat sederhana dalam instalasi.
Kekurangan :
· Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.
· OSPF
OSPF (Open Shortest Path First) adalah routing protocol link-state yang dikembangkan oleh IETF sebagai pengganti RIP. SifatOSPF adalah "open"; Artinya vendor apapun dapat memanfaatkan routing protocol ini. Memanfaatkan algoritma Shortest Path First (SPF); dimana jalur terbaik adalah jalur yang mempunyai cumulative cost yang paling rendah. Tidak ada batasn penentuan cost ini. OSPF mendasarkan matric dari cost yang berbeda-beda antar vendor. CISCO menerapkan penghitungan cost berdasarkan rumus: 108/BW Ada 5 tipe paket yang digunakan oleh OSPF:
1. Hello packet
2. Link State Request (LSR)
3. Link State Update (LSU)
4. Database Description
5. Link State Acknoeledgement (LSAck)
OSPF juga mirip dengan EIGRP dimana terdapat 3 table, yaitu adjacency table (berisi neighbour-neighbour). OSPF juga melakukan auto summary, sehingga mendukung sepenuhnya VLSM & CIDR.
OSPF juga memanfaatkan process ID sepertiEIGRP; Namun router - router yang menjalankan OSPF tidak perlu menggunakan process. ID yang sama untuk saling berkomunikasi karena OSPF menggunakan sistem area. Area pada OSPF menentukan batasan update packet dapat dikirim ke router mana saja. Hal ini akan memelihara bandwidth, karena perubahan pada salah satu router di satu area tidak "merembet" ke luar area tersebut. Area yang wajib ada dalam topologi OSPF adalah area O, yaitu backbone area.
OSPF juga mendukung autentikasi dengahn2 tipe: yaitu clear text dengan MD5.OSPF hanya mengenal: BMA(Broadcast MultiAccess) Router2-Hub-Router2, NBMA, P2MP, VL.
Kelebihan:
· Tidak menghasilkan routing loop.
· Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus.
· Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan.
· Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
· Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat.
Kekurangan:
· Membutuhkan basis data yang besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar