Kamis, 18 April 2019

Protokol Routing IP

Rumusan Masalah:
1. Apa itu routing?
2. Dimana routing dilakukan?
3. Kapan routing dilakukan?
4. Siapa yang melakukan routing?
5. Kenapa melakukan routing?
6. Bagaimana melakukan routing?

Menjabarkan rumusan masalah diatas dengan metode 5W 1H dengan bahasan tentang:
1. Routing Information Protocol (RIP)
2. Interior Gateway Routing Protocol
3. Enhanced Interior Gateway Routing Protocol
4. Open Shortest Path First
5. Border Gateway Protocol

Pengertian Routing protokol 
Routing protokol  adalah berbeda dengan router protokol. Routing protokol adalah komunikasi antara router. Routing protokol mengijinkan router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki tabel routingnya. Ada beberapa dynamic routing untuk IP.
Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routing didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan oleh Routing Dynamic.


Static Routing
Static routing merupakan rute yang secara manual dimasukan oleh sang Administrator kedalam konfigurasi devices untuk mendefinisikan lewat interface mana sebuah paket dengan suatu tujuan akan dilewatkan. Berikut ini merupakan poin – poin yang didefenisikan dalam static routing :
- Network tujuan
- Subnet Mask
- Gateway atau interface yang di tunjuk untuk melewati packet tersebut
-Metric (digunakan untuk membandingkan tingkat kredibilitas suatu path bila terdapat lebih dari 1 rute untuk suatu destination yang sama) Pada router cisco, static routing dapat didefinisikan dengan perintah :
ip route <network_tujuan><subnet_mask><gateway> name <deskripsi>
Static routing merupakan bentuk yang simple dari routing, tapi diperlukan proses manual dalam mendefine static routing tersebut ke perangkat jaringan. Static routing digunakan pada network yang hanya mempunya sedikit perangkat dan sifat rute nya tetap (sangat jarang untuk berubah) static routing juga tidak dapat menangani perpindahan rute secara otomati bila ruteyang didefinisikan sebelumnya mengalami kegagalan jaringan (link failure).
Perpindahan rute ini tidak bisa otomatis dikarenakan sang administrator harus mengkonfigur lagi secara manual untuk mengupdate konfigurasi dengan rute yang baru. keuntungan dari static Routing adalah dari segi konsumsi memory, static routing mengkonsumsi sangat kecil dari memory router.
Jadi kesimpulannya routing static tidak cocok untuk network yang perangkatnya
cukup lumayan banyak dan diinginkan perubahan rute dapat dilakukan otomatis oleh
perangkat jaringan bila terjadi link failure.

·         Dynamic Routing
Merupakan Routing yang bekerja secara dinamis dan otomatis oleh suatu software Routing yang berjalan pada suatu perangkat(umum nya Router). kenapa dinamis, karena dengan dynamic routing protocol yang berjalan, router akan dapat menentukan secara otomatis lewat mana suatu paket dengan sebuah tujuan akan dikirimkan. dan apabila terjadi kegagalan jaringan pada suatu link, router secara otomatis akan memindahkan traffic melewati link yang tidak mengalami gangguan (backup link) dan akan secara otomatis menginformasikan ke router-router lain nya dalam satu domain bahwa telah terjadi perubahan routing dan router yang terkait perubahan routing tersebut akan otomatis melakukan update routing.
Routing tersebut dapat berjalan otomatis dikarenakan router-router yang menjalankan dynamic routing protocol tersebut saling mempelajari rute dan semua perangkat yang terkonek langsung (directly connected). Selanjutnya router akan mempelajari route-route yang ada di Router Tetangganya (Neighbor Router) yang dimana menjalanan routing protocol yang sama. singkatnya, informasi yang di kumpulkan dan dipelajari dari routerrouter tetangganya ini akan membentuk routing-table dimana akan menunjukan rute terbaik “best-route” untuk mencapai suatu network.
Lalu Dynamic routing protocol ini akan mengirimkan informasi mengenai ‘best-route” ke router yang menjadi tetangganya, dan router tetangga tersebut akan menginformasikan kembali ke tetangga lainnya sampaisemua router dalam domain yang sama saling mengetahui rute-rute untuk mencapai dari suatu network ke network lainnya. Pada Dynamic Routing router-routerdalam sebuah domain yang sama dapat beradaptasi bila terjadi perubahan topology, perangkat problem ataupun terjadinya link failure dengan merubah rute dan  melakukan routing update secara otomatis. jadi router-router akan merespon secara otomatis untuk merutekan paket dari suatu network ke network yang lainnya dan akan beradaptasi bila terjadi link failure, semua itu dapa tercapai bila kondisi “tau-sama-tau” telah tercapai pada seluruh router yang ada dalam domain yang sama. kondisi “tau-sama-tau” ini lebih dikenal dengan istilah convergence. Contoh dari Dynamic routing protocol : RIP , OSPF, EIGRP, ISIS, BGP

RIP
Versi 1
RIP (Routing Information Protocol) merupakan routing information protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, route default.
Karakteristik RIP versi 1
1. Distance Vector Routing Protocol
2. Menggunakan metric yaitu hop count
3. Maximum hop count adalah 15. 16 dianggap sebagai unreachable
4. Mengirimkan update secara periodic setiap 30 sec
5. Mengirimkan update secara broadcast ke 255.255.255.255
6. Mendukung 4 path Load Balancing secara default maximumnya adalah 6
7. Menjalankan auto summary secara default
8. Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengannomor port 520
9. Bisa mengirimkan paket update RIP v.1 dan bisa menerima paket update RIP v.1 dan v.2
10. Berjenis classful routing protocol sehingga tidak menyertakan subject mask
dalam paket update.Akibatnya RIP v.1 tidak mendukung VLSM dan CIDR.
11. Mempunyai AD 120


Kelebihan :
·         Menggunakan metode Triggered Update.
·         RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
·         Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harusmen girimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggere dupdate).
·         Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
Kekurangan :
·         Jumlah host Terbatas.
·         RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
·         RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
·         Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
·         Hanya mendukung routing classful.
·         Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing.
·         Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask).
·         Perbaikan routing broadcast.

Versi 2
Secara umum RIPv2 tidak jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada informasi yang ditukarkan antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat autenfikasi pada RIPv2ini.
Persamaan dengan RIP v.1 :
1.Distance Vector Routing Protocol.
2.Metric berupa hop count
3.Max hop count adalah 15
4.Menggunakan port 520
5.Menjalankan auto summary secara default

Perbedaan dengan RIP v.1 :
1. Bersifat classless routing protocol, artinya menyertakan field SM dalam paket update yang dikirimkan sehingga RIP v.2 mendukung VLSM & CIDR.
2. Mengirimkan paket update & menerima paket update versi 2.
3. Mengirimkan update ke alamat multicast yaitu 224.0.0.9.
4. Auto Summary dapat dimatikan.
5. Mendukung fungsi keamanan berupa authentication yang dapat mencegah routing update dikirim atau diterima dari sumber yang tidak dipercaya.
Kelebihan RIP versi 2 :
·         mendukung routing classfull dan routing classless
·         info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
·         mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
·         perbaikan routing multicast

·         IGRP
The Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalahsebuah routing protocol berpemilik yang dikembangkan pada pertengahan tahun1980-an oleh Cisco Systems, Inc Cisco tujuan utama dalam menciptakan IGRP adalah untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing dalam sistem otonomi (AS). IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi defaultnya adalah100. IGRP menggunakan bandwidth dan garis menunda secara default untuk menentukan rute terbaik dalam sebuah internetwork (Composite Metrik).
Pada IGRP ini routing dlakukan secara matematik berdasarkan jarak. Untuk itu pada IGRP ini sudah mempertimbangkan hal berikut sebelummengambil keputusan jalur mana yang akan ditempuh. Adapun hal yang harus diperhatikan : load, delay,bandwitdh, realibility.
Kekurangan dan kelebihan IGRP:
·         IGRP tidak meningkatkan fitur konvergensi dan efesien pengopersaian sinyal
·         IGRP dan EIGRP saling kompatibel memberikan interoperability tanpa batas dengan router IGRP
·         IGRP tidak mendukung multiprotocol
·         IGRP mempunyai hop count sampai 255
·         IGRP menggunakan metrik yang panjangnya 32 bit, yang memberi factor skala256([10000000/BW]*2560

·         EIGRP
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol).Distance vector protocol merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak tempuh ke jaringan lainnya. EIGRP menggabungkan juga konsep link state protocol. Broadcast-broadcast di-update setiap 90 detik ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan jaringan. EIGRP sangat cocok untuk jaringan besar.
Pada EIGRP ini terdapat dua tipe routing protokol yaitu dengan distance vektor dan dengan Link state. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah mempertimbangkan masalah bandwitdh yang ada dan delay yang terjadi.
Karakteristik:
Penerus dari IGRP, CISCO proprietary.
·         Memanfaatkan triggered update, partial, dan boundedupdate.
·         Partial artinya routing update yang dikirimkan tidak keseluruhan, namun hanya route2 yang berubah.
·         Bounded artinya hanya akan dikirimkan kepada router2 yang membutuhkan -> alamat multicast (224.0.0.10).
·         Memanfaatkan algoritma DUAL (Diffused Update Algorithm) untuk mencari successor (best path), dan feasible successor (backup path).
Kelebihan:
·         Melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
·         Memerlukan lebih sedikit memori dan proses.
·         Memerlukan fitur loopavoidance.
·         EIGRP mendukung multiprotocol.
·         EIGRP meningkatkan fitur konvergensi dan efesien pengopersaian sinyal.
·         IGRP dan EIGRP saling kompatibel memberikan interoperability tanpa batas dengan ruter IGRP.

Kekurangan:
·         Hanya untuk Router Cisco.
·         EIGRP mempunyai maximum hop count terbatas sampai 224.

·         BGP
BGP (Border Gateway Protocol) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP,dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS,maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP)
Kelebihan :
·         Sangat sederhana dalam instalasi.
Kekurangan :
·         Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.

·         OSPF
OSPF (Open Shortest Path First) adalah routing protocol link-state yang dikembangkan oleh IETF sebagai pengganti RIP. SifatOSPF adalah "open"; Artinya vendor apapun dapat memanfaatkan routing protocol ini. Memanfaatkan algoritma Shortest Path First (SPF); dimana jalur terbaik adalah jalur yang mempunyai cumulative cost yang paling rendah. Tidak ada batasn penentuan cost ini. OSPF mendasarkan matric dari cost yang berbeda-beda antar vendor. CISCO menerapkan penghitungan cost berdasarkan rumus: 108/BW Ada 5 tipe paket yang digunakan oleh OSPF:
1. Hello packet
2. Link State Request (LSR)
3. Link State Update (LSU)
4. Database Description
5. Link State Acknoeledgement (LSAck)
OSPF juga mirip dengan EIGRP dimana terdapat 3 table, yaitu adjacency table (berisi neighbour-neighbour). OSPF juga melakukan auto summary, sehingga mendukung sepenuhnya VLSM & CIDR.
OSPF juga memanfaatkan process ID sepertiEIGRP; Namun router - router yang menjalankan OSPF tidak perlu menggunakan process. ID yang sama untuk saling berkomunikasi karena OSPF menggunakan sistem area. Area pada OSPF menentukan batasan update packet dapat dikirim ke router mana saja. Hal ini akan memelihara bandwidth, karena perubahan pada salah satu router di satu area tidak "merembet" ke luar area tersebut. Area yang wajib ada dalam topologi OSPF adalah area O, yaitu backbone area.
OSPF juga mendukung autentikasi dengahn2 tipe: yaitu clear text dengan MD5.OSPF hanya mengenal: BMA(Broadcast MultiAccess) Router2-Hub-Router2, NBMA, P2MP, VL.
Kelebihan:
·         Tidak menghasilkan routing loop.
·         Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus.
·         Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan.
·         Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
·         Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat.
Kekurangan:
·         Membutuhkan basis data yang besar.

Selasa, 08 Januari 2019

Proposal Perusahaan

KATA PENGANTAR 
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Berkah dan Rahmat-NYA penulis dapat menyelesaikan proposal bisnis informatika  ini  dapat  diselesaikan tepat pada waktunya. 
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari : 
1. Orang tua yang senantiasa memberikan doa dan dukungan. 
2. Rekan-rekan seperjuangan yang senantiasa memberikan semangat dan dukungan serta motivasi dalam penyelesaian proposal ini. 
3. Dan pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. 
Adapun  maksud  dan  tujuan  penyusunan  proposal  usaha  ini  adalah  untuk memberikan gambaran dan penjelasan mengenai bisnis informatika yang akan diteliti. 
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunanya, proposal ini masih banyak terdapat kekurangan dan jauh dari sempurna, maka dari itu penulis mengharapkan adanya  respon  dari  pembaca  baik  berupa kritik  maupun  saran  yang  bersifat membangun untuk menyempurnakan dalam menyusun proposal selanjutnya. 






       Depok, Januari 2019

                    Penulis






DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..................................................................... 1
Daftar Isi ................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang ........................................................ 3 
1.2 Tujuan……………….............................................. 3 
1.3 Batasan Masalah..................................................... 4 
1.4 Saran Usaha………................................................ 4 
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Perusahaan ................................................ 5
2.1.2 Dokumen Perusahaan ......................................... 6
2.1.2 Pekerjaan Perusahaan ......................................... 6
2.1.3 Gaji Perusahaan .................................................. 6
2.2 Kelebihan dan Kekurangan................................... 7
2.1.1 Kelebihan........................................................... 7
2.2.2 Kekurangan........................................................ 8
BAB III RUANG LINGKUP
3.1 Ruang Lingkup…............................................. 9
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ......................................................... 9
4.2 Saran ................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini mengalami perkembangan kearah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa, sehingga kegiatan sehari-hari yang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Pengembangan teknologi computasi berbasis internet saat ini lebih diarahkan pada proses aplikasi sistem yang mudah dan tidak memerlukan banyak waktu atau tenaga.Permasalahan diperoleh dalam pengolahan sistem jaringan. Apabila ada suatu perubahan program aplikasi internet pada server dalam jaringan lokal, datanya harus di-instal ulang atau disesuaikan kembali. termasuk pada pemakaian komputer biasa diperlukan sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi sangat menentukan program aplikasi. Kalau pemakai memilih sistem operasi MS Windows misalnya, maka aplikasinya pun harus berbasis Windows. Demikian juga kalau sistemnya berbasis DOS, Linux, Mac, dan sebagainya.
Sekarang konsep teknologi informasi Cloud Computingsedang hangat dibicarakan. Istilah Cloud Computing mulai banyak didengar dan perkembangannya sangat luar  biasa. Disebut-sebut teknologi Cloud Computing dapat menghilangkan permasalahan yang dijelaskan diatas. Perusahaan-perusahaan besar di bidang IT pun sekarang mencurahkan perhatiannya ke sana. Apa sebenarnya Cloud Computing itu ' Komputasi awan merupakan istilah bagi dunia IT yang sistemnya hanya disewa. Maksudnya, dalam menerapkan teknologi ini, pelanggan diharuskan untuk menyewa beberapa komponen kerja di TI, seperti server penyimpanan data hingga data center. Melihat dari tren ini, kita dapat memprediksi masa depan, standard teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari banyakcloud service. Seluruh nama besar seperti IBM, Microsoft, Google, dan Apple, saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi  penguasa terbesar terhadap teknologi awan ini.

1.2 Tujuan
1. Memudahkan pengguna untuk mengakses data dimanapun dan kapanpun
2. Menjamin keamanan data penggunanya
3. Menghemat biaya untuk alokasi perangkat keras
4. Memberikan jaminan investasi jangka panjang
1.3 Batasan Masalah
1. Tidak bisa dijalankan tanpa koneksi internet
2. Kurang aman terhadap privasi data pengguna
3. Kecil kemungkinan untuk memulihkan data

1.4 Sasaran Usaha
1. User individual
2. Programmer dan application developer
3. Korporasi


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Perusahaan
PT Cyberindo Aditama (CBN) awalnya dikenal sebagai perusahaan penyedia layanan komunikasi data dan solusi Teknologi Informasi, yang juga merupakan salah satu perusahaan pelopor ISP (Internet Service Provider). CBN bertransformasi menjadi grup perusahaan yang menyediakan berbagai jasa terintegrasi di bidang ICT (Information and Communication Technology).
Dani Sumarsono, Presiden Direktur PT Cyberindo Aditama (CBN) mengatakan, transformasi yang telah dijajaki sejak tahun 2009 ini, dilakukan CBN untuk memenuhi pertumbuhan permintaan akan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia, khususnya dari dunia usaha.“Tingginya populasi netter (pengguna internet) di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang saat ini mencapai 83,4 juta jiwa, dan diperkirakan akan terus bertumbuh menjadi 112 juta jiwa pada 2017 kami meyakini perusahaan yang memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi akan dapat memenangkan persaingan," katanya di Jakarta, Kamis (8/1/2015). Dikatakannya, CBN bertransformasi dari sebuah perusahaan ISP menjadi sebuah perusahaan ICT Group, yang menyediakan end to end total solution bagi dunia usaha dalam memenuhi berbagai kebutuhan tekonologi informasi dan komunikasi. "Kami membantu pelanggan membangun sistem informasi dan komunikasi berbasis internet, baik untuk kebutuhan operasional, utilisasi sumber daya, perluasan pasar," katanya.
Pelanggan bisa memperoleh layanan peningkatan kepuasan pelanggan, dan berbagai value added services lainnya, sehingga tidak saja dapat meningkatkan daya saing, tapi juga efisiensi biaya operasional.
Pada paruh awal transformasinya ini, CBN telah membangun lima unit usaha yang fokus menyediakan solusi teknologi dan infrastruktur di bidang Data Center, Cloud Computing, Contact Center & Business Process Outsourcing, Digital Content, dan pembangunan infrastruktur Fiber Optic. (Eko Sutriyanto).


2.1.1 Dokumen Perusahaan
Dokumen lainnya terdiri atas data yang memiliki nilai guna bagi perusahaan meskipun tidak terkait langsung dengan dokumen keuangan, misal :
• Perjanjian atau kontrak
• Surat kuasa
• Memo perintah pembayaran
• Berita acara serah terima barang
2.1.2 Pekerjaan Perusahaan
a. Teknologi Informatika : Pekerjaan di bidang teknologi Informatika mencakup programmer, System Analyst, Network Administrator, dan Konsultan ERP
b. Akuntansi dan Keuangan : Pekerjaan di bidang Akuntansi Dan Keuangan mencakup Auditor Internal, Akuntan Intern, Konsultan Pajak, Financial Analyst, Dan Perencana Keuangan
c. Teknik : Pekerjaan di bidang Teknik mencakup Manajemen Sumber Daya Manusia, Quality Management, Health and Safety Environment Engineer, Purchasing, Marketing, Dan Sales Engineer
2.1.3 Gaji Perusahaan
Untuk di bagian tekonologi Informatika
 
Untuk di bagian Akuntansi dan Keuangan
Untuk Di Bagian Teknik
2.2 Kelebihan dan Kekurangan
2.2.1 Kelebihan
• Murah
Penggunaan cloud computing sangat hemat biaya untuk alokasi perangkat keras. Cloud computing juga tidak memerlukan maintenance dan mengurangi pemakaian listrik.
• Mudah Di Akses dimana saja
Karena data kita tersimpan di dalam server di internet maka mudah bagi pengguna untuk mengakses data dimanapun dan kapanpun asal terhubung dengan internet.
• Fleksibilitas
Ketika data yang kita punya terlalu besar maka ia otomatis menambah kapasitas hanya dalam hitungan menit dengan melakukan self-provisioning. Sehingga tidak perlu melakukan penambahan jumlah komputer.
• Ramah lingkungan
Cloud computing termasuk teknologi yang ramah lingkungan karena ia tidak memerlukan banyak perangkat keras dan tentunya semakin meminimalisir penggunaan listrik yang tentunya memberikan pengaruh sehingga tidak ramah pada lingkungan.
• Aspek sosial
Cloud computing sangat berpengaruh pada hubungan sosial dimana seseorang bisa berkomunikasi dengan orang lain dari berbagai belahan dunia.
• Aspek Politik
Penggunaan cloud computing memudahkan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

• Aspek Ekonomi
Penggunaan cloud computing dapat mempermudah dalam proses transaksi bisnis.

2.2.2 Kekurangan
• Tidak bisa dijalankan tanpa koneksi internet, itu artinya ketika akan mengakses data maka kita harus berada di daerah yang terjangkau jaringan internet. jika tidak ada jaringan internet maka tidak bisa mengakses data.
• Kurang aman terhadap privasi data pengguna, karena di hosting secara bersamaan sehingga sangat mudah diretas oleh hacker.
• Ketika data terhapus, maka kecil kemungkinan untuk memulihkan data.
• Kepatuhanya kepada provider masih diragukan.
• Kemampuan kebijakan keamanan pada provider masih diragukan dan tidak terjamin
• Jarangnya diadakan pelatihan dan audit IT sehingga masih banyak yang gagap akan teknologi ini.
• Data antar pelanggan sangat rapat sehingga memungkinkan terjadinya data yang tertukar.
BAB III
RUANG LINGKUP
3.1 Ruang Lingkup
• Media elektronik seperti komputer
• Internet
• Database
• Sumber daya manusia

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Cloud computing dapat dikatakan suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server diinternet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.

4.2 Saran
Diharapkan mampu dijadikan referensi dan sarana pembelajaran mengenai jaringan komputer serta mampu diaplikasikan dan dikembangkan di kehidupan sehari-hari tepatnya dunia komputerisasi.